Skripsi S1 Ilmu Gizi
HUBUNGAN ANTARA PENYAKIT INFEKSI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 0 – 24 BULAN DI PUSKESMAS KIARAPEDES PURWAKARTA TAHUN 2020
Latar belakang : Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Stunting merupakan kondisi yang bersifat irreversible atau tidak dapat diperbaiki setelah anak mencapai dua tahun. Stunting dapat diakibatkan oleh infeksi seperti Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan diare. Di lihat dari data Stunting Dinas Kesehatan Purwakarta tahun 2019, prevalensi stunting tertinggi yaitu di Kecamatan Kiarapedes (11,68%). Data prevalensi ISPA di Jawa Barat pada tahun 2018 yaitu sebanyak 11,2%. Sedangkan prevalensi Diare di Jawa Barat pada tahun 2018 yaitu sebanyak 46,35%.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penyakit infeksi dengan kejadian stunting pada baduta usia 0 – 24 bulan di Puskesmas Kiarapedes Kecamatan Kiarapedes Kabupaten Purwakarta tahun 2020.
Metode : Jenis penelitian ini adalah Case Control dengan jumlah sampel sebanyak 73 Baduta stunting dan 73 Baduta tidak stunting yang diambil dari 126 baduta stunting dan 712 baduta tidak stunting dengan cara teknik simple random sampling. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat, bivariat menggunakan uji chi square.
Hasil : Hasil penelitian berdasarkan analisis bivariat yang tidak berhubungan dengan kejadian stunting di Puskesmas Kiarapedes adalah infeksi ISPA dengan nilai (p= 0,190). Yang berhubungan dengan kejadian stunting di Puskesmas Kiarapedes adalah Diare dengan nilai (p= 0,031).
Simpulan : Terdapat hubungan antara penyakit infeksi diare dengan kejadian stunting di Puskesmas Kiarapedes Kecamatan Kiarapedes Kabupaten Purwakarta. Dan tidak terdapat hubungan antara penyakit infeksi ISPA dengan kejadian stunting di Puskesmas Kiarapedes Kecamatan Kiarapedes Kabupaten Purwakarta.
Kata kunci : Stunting, penyakit infeksi, Anak
No other version available